Ruth Regina's posts with tag: mellow yellow
"Tapi masa iya, sih, kita berdoa buat anjing?", gitu kata Rony semalam, saat gue menceritakan kesedihan dan kesembapan mata gue. Mulai sakit sejak hari Rabu malam dan sampai Minggu malam nggak ada sedikitpun makanan masuk ke dalam perutnya. Tapi sebelum Rony bilang gitu ke gue, gue udah berdoa, bener-bener minta Carry dikuatkan ngelawan penyakitnya. Well, I know he's only a dog, but I'm a dog lover, so? Semalam sekitar jam 23.30 Carry dibawa ke Rumah Sakit Hewan Jakarta (RSHJ) di Ragunan. dr. Yudi yang jadi dokter jaga disana bilang kalau pangkal masalahnya ada pada karang gigi Carry yang sudah parah. Imbasnya ke jantung dan ginjal. Ada pembengkakan jantung dan minimnya fungsi ginjal. Itu lah yang menyebabkan nafas Carry tersengal-sengal dan sulit makan. Paru-paru Carry pun diperkirakan sudah sangat tidak bagus. Dia mengatakan bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan, obat maupun treatment yang diberikan hanya untuk memperlama usianya saja. Hari ini rencananya mau periksa darah dan rontgen paru-paru, kemudian dirawat dulu sampai hari Rabu (23/4). Gue tau dia kesakitan, tapi rasanya hati dan mulut gue belum bisa untuk bilang kalau gue rela kalau Carry pergi. Dia memang udah tua, sejak tahun 1999. Weekend kemaren gue nginep di rumah, salah satu alasannya demi ngerawat Carry. Gue sampe nangis di depan dia berharap dia mau makan sedikiiiiiit aja. Mata melasnya itu yang bikin gue nggak sanggup, seakan-akan bilang, "Aku kesakitan dan capek...", tapi gue terus memaksa dia untuk makan... walaupun akhirnya gue nggak berhasil. Sebelum pulang gue "pamitan" ke Carry, gue bilang semoga ada progress setelah gue pulang. Ternyata nggak. Getting worst. Makanya kemaren tengah malam langsung dibawa ke Ragunan, itu pun atas permintaan sedikit memaksa dari gue. Pagi ini setibanya di kantor, gue langsung googling tentang penyakit Carry. Uhhh ternyata memang udah penyakit berat.. Bahkan gue mengutip kalimat ini, "Tetapi saya ingat kata2 teman saya bahwa OBAT PALING MANJUR untuk anjing yg sudah mendekati kematian adalah PERHATIAN, KASIH SAYANG, serta KETULUSAN MERAWAT dari si empunya.... memang itu semua yg diperlukan oleh anjing anda. bukan dokter yang diperlukan oleh anjing anda, tetapi kehadiran anda disisinya lah yang membuat dia semakin bersemangat unutuk hidup.". Belum lagi pas googling tentang RSHJ, ternyata reputasinya sangat buruk... Lalu gue chit chat dengan Cik Yen, kalo kata cicik, "Udah tua, The.. Time to let go, all dogs goes to heaven kok... sekarang kamu udah harus nguatin diri...", hiks..  sedih banget... Pulang kantor gue mau ke RSHJ, jenguk Carry. Semoga bisa pulang cepat. Sekali lagi, dia memang cuma seekor anjing. Tapi kalau lo punya hewan peliharaan, lo pasti paham benar perasaan gue saat ini. "Haluuuuuuuuu... Hai Car.... Hai Carry carry carry carry....", ini panggilan khas gue buat dia.
insert photo: taken on Saturday, 19 April 2008, 09:36:24 AM. “Pada dasarnya, hewan hidup di alam dengan mekanisme pertahanan dirinya. Dengan dia tinggal di rumah, dia menggantungkan hidup sepenuhnya pada kita.” (ngambil dari sini).
“Ruth, kamu lanjutin lagi yaa pelayanan kamu di gereja HKPBP Poltangan…” “Iya, Amang…” “Kamu kan majelis non-tahbisan…” “Iya, Amang… nanti aku lanjutin.” Nyatanya sampai hari gini belum juga gue lanjutkan atau melaksanakan permintaan dia, walaupun sebenarnya gue sudah kangen dengan kegiatan itu di gereja.
Sepulang Amang dari Singapore, untuk treatment dan second opinion di National University Hospital, gue minta Rony untuk ngeluarin keyboard dari kamarnya, supaya bisa nyanyi-nyanyi di rumah sekaligus untuk kebaktian kecil.
Waktu hasil diagnosa dari NUH sudah diberikan ke kami (via telepon, e-mail dan fax), dia dinyatakan Limfoma stadium 4. Dari hasil googling gue, Limfoma itu kanker kelenjar getah bening. Dikatakan stadium 4 karena ada 7 ‘akar’ dalam tubuhnya yang terserang sel kanker itu. Kemudian disarankan untuk menjalani kemoterapi.
Opsi kemoterapi ini juga menjadi dilema bagi keluarga. Pertama, karena kami semua tau bahwa kemoterapi itu menyakitkan, bukan hanya sel kanker yang dimatikan, tapi juga sel-sel kekebalan tubuh ikut dimatikan. Kedua, kondisi fisik Amang, pada waktu itu memang agak lemah. Amang mertua sudah diberitau tentang ini semua dan dia justru semangat untuk menjalani kemoterapi itu. Kami pun mendukung semangatnya. Yahhh, dibawa dalam doa aja, semoga ini jalan yang terbaik. Apa pun resikonya, diterima dengan lapang dada dengan tidak menuding pihak lain sebagai penyebabnya. Kamis (3/1) dibawa ke RS Cikini untuk pemeriksaan lengkap sebelum kemo. Sabtu (5/1) adalah kemo pertama. Prof. Karmel menjadwalkan kemo kedua ada minggu ketiga setelah yang pertama, artinya tanggal 26 Januari.
Setelah hari Sabtu dikemo pertama, di hari Minggu (6/1) sampai Selasa (8/1) masih baik-baik aja. Katanya tidak ada yang sakit. Hari Rabu (9/1) mulai drop. Trombosit menurun sehingga harus transfusi darah. Tensi darah juga turun.
Hari Kamis (10/1) ada acara pra-lamaran adik ipar gue di rumah, yang pada akhirnya tidak diwakili kedua orangtua alias mertua gue. Harus gue akui, Rina, adik ipar gue, tegarrrrr banget. Setelah acara itu kami dan keluarga calonnya Rina menuju RS Cikini. Disana udah ada Rony dan Inang. Gue bilang sama Rony, “Kamu fokus ke Amang dan Inang, aku fokus buat kawinan Rina.”. Sekitar pukul 22.00wib gue dan Rina pulang, Rony masih nginep di RS sama inang.
Jumat (11/1) pagi, Rony SMS gue dengan mengatakan kondisi Amang semakin drop, nafas tersengal-sengal dan tidak sadar. Dipanggil-panggil nggak ada respon sama sekali. Saat itu juga harus masuk ICU. 
Di ICU hanya diberi pertolongan terakhir, namun sayangnya tetap tidak ada respon positif. Hanya 10 menit di ruang ICU, Amang udah nggak kuat lagi. Dan dia pun pergi…. Kepergiannya sekitar pukul 10an pagi. Dimakamkan hari Minggu (13/1) di TPU Kampung Kandang.

Lepas dari dia adalah Amang Mertua gue, beliau memang orang yang baik banget. Pendiam, tidak banyak bicara, tapi juga memperhatikan segala sesuatu dengan detail. 3 bulan sakit, nggak pernah mengeluh atas sakitnya. Yang pernah gue denger dia cuma bilang bosan sudah 2 bulan di RS Cikini. Kalau ditanya sakit apa nggak, jawabnya tidak. Kalau ditanya gimana rasanya saat ini, jawabnya baik-baik saja. Padahal kami tau, dia kesakitan. Gue memang sangat bersyukur selama 4 bulan ini bisa kenal dia lebih dekat, bisa melayani dia dan bisa membuatnya tertawa. Hehehehe, agak susah soalnya, kadang kalo ngeliat Amang, orangnya datarrrrr banget. Walaupun ada yang gue sesali, setelah kemo gue ga pernah bertemu muka dengannya, karena gue ga bisa sembarangan masuk ruangan . Saat itu gue cuma pengen dia tau, kalo gue ada disitu. Tapi ya sudah lah, gue yakin kok dia pasti tau kalo gue ada disitu.
Yeah… Amang M. Siahaan (64 tahun), mertua yang sangat baik. Sampai ketemu lagi ya, Amang... 
Foto-foto di atas waktu di NUH, Singapore dan pemberkatan pernikahan gue dan Rony.
“Papa dimana skrg? Udah fit belom badannya? Ambil cuti gih pa, istirahat dulu. Papa stress kenapa sih? Tadi siang mama cerita. Jaga kesehatan ya pa. Maaf ya pa, sampe skrg ruth blm sempet nginep di rumah, padahal pengen bgt, kangen suasana rumah. Tapi susah cari waktu yg tepat, apalagi dgn kondisi amang skrg. Bsk dia opname lg, hari sabtu (5/1) mau dikemo.” ---- Sent to Mon Père, 02.01.2008 21:50 “Baru 10 menit tiba di rmh.” ---- Received from Mon Père, 02.01.2008 21:48 “Oh, ya sudah, makan dan langsung tidur aja ya pa.” ---- Sent to Mon Père, 02.01.2008 22:01 “Tks, nak.” ---- Received from Mon Père, 02.01.2008 21:56 “Sehat-sehat ya pa.. Ruth sayang papa.. sayang mama.. Semuanya.. Termasuk si cumi-cumi kefas, hehe.. Kangeeeennn...” ---- Sent to Mon Père, 02.01.2008 22:10 Akhir-akhir ini gue seperti dihadapkan dengan sebuah layer besar yang mempertontonkan perilaku gue ke orangtua selama ini. Ternyata ada yang nggak banget, tapi ada juga yang baik-baik aja. Ditambah lagi kondisi dimana Rony sekeluarga khawatir untuk kehilangan karena amang mertua yang masih sakit, beliau terdiagnosa kanker. Ada yang mau gue share tentang hal ini. Ketika orangtua kita sudah lanjut usia, mereka nggak mengharapkan sebuah imbalan materi seakan-akan kita harus bayar biaya hidup kita dari kecil sampe kuliah.
Mereka hanya pengen ngerasa atau bener-bener tau kalo anak-anaknya ada di samping dia. Buat hatinya senang. Hal ini udah cukup jadi bayaran paling mahal. Ketika kita mulai pacaran, udah otomatis waktu untuk mereka terbagi. Begitu juga ketika kita mulai kenal dengan pergaulan. Waktu itu nyokap gue pernah stress karena kesepian. Semuanya pada punya aktifitas di luar rumah kecuali dia yang sebagai Ibu Rumah Tangga. “Mama stress kesepian di rumah. Papa kerja, kamu kerja, Helen kerja, Icha kerja, Ekel latihan, Kiki di Bandung. Pergi pagi, pulang malam. Masa Mama sama Gilly, Carry dan Cantik mulu?”, 3 nama terakhir adalah anjing-anjing di rumah. Ya ya ya, waktu gue emang sedikiiiiiit sekali buat di rumah. Itu lah kenapa gue lebih seneng menghabiskan weekend di rumah atau pergi sama mereka. Mulai dari belanja ke Carrefour, nemenin bokap mau ngirim barang, atau ke pesta Batak, hihihi. Itu pun kalo lagi nggak kemana-mana sama Rony, hehehehe. Lagian waktu itu jatah pacarannya emang seminggu sekali, hahahaha. Sekarang , berhubung sudah menikah, gue sering janjian makan siang sama mereka. Maka, selagi kedua orangtua kita masih dalam keadaan sehat rohani dan jasmani, banyak-banyakin lah waktu untuk mereka. Berharga banget. Apabila waktunya untuk berpulang sudah ditentukan sang Pencipta, air mata yang jatuh bukan karena penyesalan, melainkan mengenang kebaikan-kebaikan di masa itu akan segera masuk folder memori. Salam untuk kedua orangtuamu dimana pun mereka berada. (^_^)
 +: kapan terakhir kamu ngerayu Aku?" -: entah lah, Om Jes, rasanya hampir setiap saya ingin sesuatu, saya pasti ngerayu Kamu..+:kenapa harus pada saat kamu ingin sesuatu? -: saya perlu baik-baikin Kamu supaya yang saya mau ngasih permintaan saya.+:kamu tau nggak bahwa Aku pun cemburu kalau kamu menduakan Aku atas kesenangan-kesenangan yang kamu alami? -: saya nggak tau, Om Jes, saya terlalu senang dengan apa yang saya punya, sehingga saya lupa bahwa kalo nggak karena Kamu mana mungkin aku bisa ngerasain ini... maafkan aku, Om..+: Kamu itu anakKu, pasti Aku maafkan... +: sekarang kamu lagi susah, ya, makanya kamu ngerayu Aku mulu? -: iya, Om Jes.. Om tau kan saya mau apa? Saya ingin progress, saya ingin melihat mereka tersenyum lagi, saya ingin dia pulang..+: datalang lah selalu kepadaKu, jangan kamu pernah lupakan Aku. Aku telah memberikan kamu kesenangan, Aku pun ingin bermesraan sama kamu. -: iya, Om Jes, maafkan saya yang sering lupa kalo Kamu nggak pernah tutup mata memperhatikan kami. terima kasih karena karena Kamu nggak pernah ninggalin saya dan kami semua. +: Aku sayang kamu. -: bahkan aku sangat sayang Kamu. Kamu yang memiliki saya sepenuhnya.Tuhan, aku minta maaf, baru ini lagi aku datang untuk ngerayu dan mesra-mesraan sama Kamu. Tolong berikan kesembuhan pada ayah mertuaku. Hampir 2 bulan, sejak aku menikah, di rumah sakit tanpa diagnosa yang signifikan. Berikan kekuatan kepada keluargaku, untuk selalu setia bersabar dan memohon kepadaMu. Aku tau Kamu nggak akan pernah mengabaikan permintaanku, Kamu lah satu-satunya sumber kehidupan dan kebahagianku. Please... I love you, Om Jes... Jangan bosan kalo aku ketok pintu mulu, ya... insert picture Where_is_my_heaven__by_Zindy.
 teman-teman gue itu aneh semua...
mereka bisa jadi orang yang paling gue cari dan gue hindari...
mereka bisa jadi orang yang selalu membuat gue tertawa dan menangis...
mereka tidak menuntut gue untuk jadi pribadi yang lain...
mereka menerima gue sebagaimana adanya gue...
mereka selalu ada buat gue...
mereka selalu siapkan kuping untuk mendengarkan gue, selalu siapkan mulut untuk memberikan nasehat, selalu memberikan pundak untuk air mata gue, dan selalu memberikan tangannya untuk memeluk gue ketika gue butuh dukungan...
sebuah hal yang sangat luar biasa berharga yang belum tentu gue dapatkan dari pihak lain...
tertawa bersama... menangis bersama... bandel bersama... nyanyi bersama... main bersama... kerja bersama... senangnya...
keanehan kalian yang membuat gue semakin cinta...
dan sebagai penutupnya, betapa serunya karena gue pun punya cowok yang aneh... aneh banget malah... hahahaha... dan keanehan itu yang buat gue semakin kesel + seneng = cinta.
ahhhh dasar kalian orang-orang aneh yang membuat gue pun jadi aneh... kalian membuat gue nyaman dengan keunikan itu. gue cinta kalian...
apakah kalian juga mencintaiku?  
| |