Ruth Regina's posts with tag: mom-to-be
 kekaguman gue akan laki-laki aneh ini membuat gue bener-bener berharap supaya baby Z nanti kelak akan seperti dia... pinter dan lancar studinya, pinter juga cari rejeki, cinta keluarga walopun cuek-cuek butuh, pokoknya semua... hmmm kecuali sikap moodynya... hihihihi...
Waktu masih single gue merasa terganggu dengan pertanyaan, "Kapan menikah?", sangat terganggu... Walaupun waktu itu gue punya pacar yang sudah bertahun-tahun bareng sama gue. However, gue berusaha santai dengan menganggap itu sebuah doa dari orang-orang. Setelah menikah gue pun cukup terganggu dengan pernyataan, "Jangan nunda-nunda hamil...", karena memang gue nggak nunda, ada jeda gpp kan? Hidup berdua saja butuh adjustment, toh? Thank God 4 bulan kemudian gue dihamili. Sekarang ini gue sangat terganggu dengan pertanyaan orang yang seperti ini... X: Udah berapa bulan? Gue: Enam setengah bulan... X: Ihhhh kok kecil banget... Gue: Mungkin karena saya tinggi jadi dia bisa selonjoran di dalam, gag perlu meringkuk... atau... Y: Udah berapa bulan? Gue: Enam bulan tiga minggu... Y: Ah, masa, sih?? Gue: Lha, jadi maunya berapa? Y: Kok kecil banget sih perutnya... Hati-hati, lho... Gue: !@#$% Itu terjadi beberapa kali. Dan seminggu ini gue dilanda kecemasan banget gara-gara komentar orang-orang itu. Mereka nggak tau apa yaaa kalo pernyataan itu ganggu kejiwaan gue banget... Sampai akhirnya weekend kemaren gue menumpahkan kecemasan gue dan terganggunya gue akan hal itu. Gue baca buku tentang kehamilan lagi, sampe tengah malam, untuk mencerna penambahan berat badan bumil dari minggu ke minggu. Hal tersebut dikategorikan dalam 3 hal, bumil bertubuh normal/ideal, bumil bertubuh kurus dan bumil bertubuh gemuk. Gue emang dasarnya gemuk dari sebelum hamil, di buku itu dikatakan penambahan berat badan bumil yang gemuk biasanya antara 6,5 - 11 kg saja, memang nggak banyak. Hiks... tiap ada waktu berdua sama Baby Z gue selalu berharap dia sehat di dalam sana, berharap kebutuhan gizinya tercukupi... Tapi somehow gue jadi sangat down dengan pernyataan orang-orang itu... dari kemaren bawaannya cemas dan stress mulu, padahal sebelumnya tidak... ganggu banget... 

|  | Lagi hamdun jaya berkebaya sungguh bikin resah... Karena mohob alias gerah... Apalagi pakai kain... Gpp deh, yang penting ok, kan? Hihihihi. Dannnnnnnnnn ini adalah rekor pertama gue selama hamil pake sendal high heels dari jam 07.00 - 15.00 alias 8 jammmm!!!! Nyut-nyutan siy... tapi demiiii... hahahaha...
Anyway, ini pernikahan adik ipar gue, adiknya Rony, tanggal 20 Mei 2008 lalu. Pemberkatan berlangsung di HKBP Poltangan Pasar Minggu, resepsi dan adat di Gedung Pertemuan Sejahtera, Pondok Gede. Ini kedua kalinya duduk di singgasana (hahaha) dan pertama kalinya ngulosin orang.
Kebaya jahit di Niken (waktu kebaya kawinan gue pun) dan make up oleh Mbak Lisna, sepertinya gue emang cocoknya sama dia doang... Kain songket minjem punya nyokap (hahahaha) dan sendal yang gue pake itu sendal waktu resepsi pernikahan gue. Tingginya emang bikin pegel gila untuk gue yang lagi hamil ini.
Selamat untuk Rina dan Romeo, selamat menempuh hidup baru, rukun-rukun selalu dan kutunggu kabar "positif"nya, hihiihihihihi....
|
Pagi ini gue lagi chit chat dengen cik yen, apalagi kalo bukan tentang kehamilan... selain bahas surat menyurat dalam bahasa Inggris, hehehehe. Kami lagi membicarakan membeli perlengkapan bayi. Cicik saat ini kehamilannya sudah masuk bulan ke-7. Sementara gue saat ini 6 bulan 1 minggu. Konon kabarnya sebelum usia kandungan 7 bulan nggak boleh atau pamali beli baju bayi atau perlengkapan bayi. Kenapa yaa? Alasan ilmiahnya apa? Gue langsung googling, tapi nggak nemu jawaban yang memuaskan. Hehehehe. Abis gue mikirnya gini... Mumpung kondisi fisik masih kuat jalan jauh dan berdiri agak lama, kenapa nggak dari sekarang aja? Setelah 7 bulan kayaknya kok lelah banget yaa harus berdiri, milih ini itu, duduk bentar, milih lagi, diri lagi, jalan lagi... Gitu aja siy...  Ada yang tau?
Berhubung gue nggak bisa upload foto (salahkan perusahaan ini, hahaha!) jadi gue submit foto-foto USG gue dari awal kontrol sampai sekarang di journal saja. Ini masih dalam bentuk kantung janin dimana cikal bakal baby Z belum keliatan. Waktu itu USG pertama kali di BWCH, huhuhuhu rumah bersalin yang sangat nyaman nan mahal.. hehehehe...   Gue lupa ini bulan ke berapa, ke-2 kali ya, hehehe... That's my baby...  Akhirnya gue janjian ketemu Prof. Ali di YPK Menteng ajah, untung dia praktek disitu juga, hihihihi...  Nah, ini kayaknya bulan ke-3 nih, hahahahah gue lupaaaaa... dan gag ngerti ngitung-ngitung begituan.. hihihihi.. selalu over excited setiap ngeliat monitor USG. Ini yang USG dr. Bambang Karsono, atas rujukan dari Prof. Ali.  Ini USG kemaren (13/5) di MMC sama dr. Otamar, minggu ke-22 alias 5 bulan setengah. Bulan lalu gue USGnya cuma denger heart beat aja. Trus kata dr. Otamar gue kurang minum susu, emang sih selama ini cuma sehari sekali. Harusnya emang 2 kali sehari. Menurutnya lingkar perut anak gue kurang besar sedikit, tapi masih dalam rata-rata. Nah, abis itu di layar monitor dia tampilkan USG 3D, "wahhhhhhhhh hidungnya mancung, nih, bu...", gue langsung reflek jawab, "pastinya bukan hidung saya, dok, hahaha. Itu pasti dari papanya." Laluuuuu, dia bilang, "Anaknya cewek, nih, bu...", gue jawab, "Ih dokter tau dari mana?", dia jawab lagi, "Hehehe, ibu, saya kan dokter. Ini keliatan kok, tuh bibir kemaluannya..." waaaaaaaaaaaaaaa... BABY ZARA IS IN DA HOUSE, YOOOO...!!!!

Hari Selasa (13/5) gue ada janji bertemu dengan Dr. Otamar Samsudin, Sp.OG di RS MMC, untungnya dekat dengan kantor, jadi tinggal ngesot pake Kopaja, nyampe deh… Pulangnya beli lasagna yang endang s taurina ituhhh, hahahahhaa… Maharani yaa bokkkkk.., tapi nggak apa-apa deh, yang penting enak.
Itu adalah kali pertama gue ketemu dr. Otamar dan gue sampaikan bahwa sebetulnya gue adalah pasien Prof. Dr. Med Ali Baziad,Sp OG di RSB YPK Menteng dan Brawijaya Woman & Children Hospital (BWCH). Gue datang bertemu beliau karena butuh second opinion walaupun gue nggak ada masalah dengan Prof. Ali. Mungkin tipikal Profesor kali yaa, pembawaannya santai, tidak terlalu banyak bertanya, cenderung selalu menenangkan gue. Kalau memang baik-baik saja yaa dia akan bilang baik-baik saja dan tidak ada perumpamaan yang bisa bikin gue parno. Sementara di lain sisi, gue juga butuh dokter yang rajin bertanya apa saja yang gue rasakan selama kehamilan gue. Mulai lah gue menceritakan riwayat kehamilan gue pada dr. Otamar, mulai dari gue pernah rontgen di bulan ke-2 sampai jatuh di sela-sela halte busway pada bulan ke-4. Kemudian tentang obat apa saja yang gue minum atas resep Prof. Ali dan apa saja yang gue rasakan baik secara fisik maupun psikis selama gue hamil. Well, he’s a good listener dan mau menjelaskan gue ini itu dengan sabar, hehehehe, karena pertanyaan gue bertubi-tubi. Gue : Dok, waktu saya jatuh kemaren, dr. Luki di BWCH ngasih saya obat Duphaston. Beberapa hari kemudian saya googling tentang obat itu, ehhhhh katanya obat itu bahaya dan bisa bikin keguguran. Masa sih, dok? dr. : Itu nggak benar, bu. Yang bahaya buat ibu hamil itu obat bernama Duphastilin karena itu untuk orang yang sakit radang usus. Gue : Dok, saya dilarang USG sering-sering, katany bahaya buat kandungan. Saya penasaran, terus googling di internet, ternyata nggak apa-apa tuh. Mana sih yang bener? dr. : USG itu untuk melihat perkembangan bayi setiap bulannya, sehingga kalau misalnya ada apa-apa sudah terdeteksi sejak awal. Penelitian di Amerika baru-baru ini menyatakan bahwa bayi dalam kandungan akan dalam kondisi kalau ibunya sudah melakukan USG lebih dari 400 kali selama 9 bulan kehamilan. Jadi kalau kamu sehari dua kali USG, itu nggak apa-apa. Gue : Dok, emangnya nggak boleh minum air dingin yaa selama hamil? Nggak boleh makan ice cream? Katanya nanti bayinya besar? Dr. : Hihihihi, Ibu Uthe, tidak ada teori kedokteran yang menyatakan seperti itu. Kalau memang bayinya besar itu bukan karena air es maupun ice cream. Itu nggak benar. Ada juga Ibunya membesar kalau asupan kalorinya berlebihan. Gue : Dok, saya lagi flu berat. Batuk berdahak. Sementara Selasa (20/5) depan ipar saya akan menikah. Saya butuh obat. Tapi apa iya ibu hamil dilarang minum obat? Dr. : Ibu Uthe, orang nggak hamil kalau flu berat saja butuh obat, apalagi kondisi ibu yang lagi hamil seperti ini. Duluuuuuu emang ada obat flu yang berbahaya untuk kandungan, namanya … …. … (gue lupa). Obat yang nanti akan saya resepkan buat ibu adalah obat dosis ringan, tidak lebih dari 50mg. Kalauuuuuu ibu tidak minum obat, maka kuman/virus itu akan berputar terus di tubuh ibu. Tau efeknya apa? Infeksi pada bayi ibu yang di dalam kandungan, dimana infeksi tersebut baru nampak setelah bayi lahir. Ibu mau? Ada satu pasien saya, sampai kehilangan bayinya lantaran flu berkepanjangan selama hamil. Padahal saya sudah bolak-balik kasih resep obat flu, tapiiiii ibunya melarang dia untuk minum obat itu. 2 minggu setelah bayi lahir, bayinya meninggal, infeksi pada paru-paru dan lambung. Ibu nggak mau hal itu terjadi kan? Gue : Dok, emangnya nggak boleh makan pedes atau sambal yaaa selama hamil? Katanya nanti anaknya botak. Dr. : HAHAHAHA! Kalau begitu harusnya semua orang Padang kepalanya botak dong?
Gue : Dok, jujur nih ya, saya tuh orang yang nggak percayaan sama mitos. Segala sesuatu yang berkaitan dengan kehamilan saya apabila tidak bisa dijelaskan secara ilmiah maka saya tidak bisa mempercayainya. Kalau pun kenapa-kenapa artinya memang saya atau bayinya begitu… Dr. : Bu, kalau semua ibu hamil hanya mendengarkan kata orang, kata ini, kata itu, maka konsultasi saja dengan orang itu… Jangan sampai dokter, sayang bu… Buang uang, buang waktu dan buang tenaga. Iya kan? Berpikirkan sesuai keseimbangan jaman, ilmu pengetahuan sudah mengikuti perkembangan jaman. Gue : Siap, dok! Dr. : Karena flu ibu termasuk kategori berat, maka ibu harus bed rest selama 5 hari mulai besok. Nggak boleh kerja apalagi jalan-jalan di mal. Ini dosis kecil, jadi harus diimbangi dengan istirahat. Gue : Tapi dok, kerjaan saya lagi banyak banget untuk awal minggu depan, ada project yang harus saya selesaikan. Dr. : Kalau gitu ibu pilih saja, mana yang lebih penting, pekerjaan atau bayi dalam kandungan ibu? Gue : Ada pilihan lain yang lebih menyenangkan? Dr. : Ada, pilih bayi dalam kandungan, itu sangat menyenangkan. Tadi aja nggak berhenti senyum ngeliat monitor USG. Hehehehehe… Namun pada kenyataannya gue tetep ngantor, bukannya nggak mentingin bayi. Tapi gue bener-bener nggak bisa ninggalin kerjaan gue ini. Keduanya sama penting, semoga Baby Z mau ngerti. Begitu lah cerita seputar mitos kehamilan, ada lagi yang bisa dishare? Monggo… 
Gambar dari berbagai sumber.
info dari milis. semoga bermanfaat. kalau ada yang mau share, silahkan :)---------------------------------------------------------buat teman2ku yg pada mo brojol... mungkin dah pada tau... tapi gpp kan diingatkan kembali... jangan sampe kaya gw lahiran kemarin... buta ini dan itu... ujung2nya nyesel... :( ============================== Apa sih Inisiasi Menyusui Dini ?? Ini merupakan proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah lahiran. Ternyata selama bertahun-tahun, kita bener-bener merupakan kodrat dan anugrah dari Tuhan yang sudah disusun untuk kita. Kata dokter yang kemaren berbicara, dia mengatakan, di luar sudah sadar hal ini sejak 1987 tp di Indonesia baru sadar thn 2006. Lebih baik baru tahu daripada tidak sama sekali. Si Dokter menceritakan bagaimana proses inisiasi menyusui dini ternyata merupakan proses alami yang seharusnya dilakukan setelah seorang ibu melahirkan bayinya. Dia menceritakan dan bahkan memutarkan video yang dia buat terhadap cucunya sendiri dan juga seorang bayi lainnya. Dia bercerita, bahwa ternyata ada beberapa hal yang akan terjadi selama proses ini, dan ini juga tergambar dalam video yang diputar. Jadi si Dokter ini menjelaskan bahwa pada saat proses Inisiasi Menyusui Dini akan terjadi tahap2 spt ini (berdasarkan penelitian Ilmiah):  1. Sesaat setelah lahiran sehabis ari-ari dipotong, bayi langsung diletakan di dada si ibu tanpa membersihkan si bayi kecuali tangannya, kulit ketemu kulit. Ternyata suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi. Namun jika si bayi itu kedinginan, otomatis suhu badan si ibu jadi naik 2 derajat, dan jika si bayi kepanasan, suhu badan ibu akan turun 1 derajat. Jadi Tuhan sudah mengatur bahwa si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya. Setelah diletakkan di dada si ibu, biasanya *si bayi hanya akan diam selama 20-30 menit*, dan ternyata hal ini terjadi karena si bayi sedang *menetralisir keadaannya setelah trauma melahirkan*. 2. Gerakan kedua yang terjadi yaitu, setelah si bayi merasa lebih tenang, maka secara otomatis *kaki si bayi akan mulai bergerak-gerak* spt hendak merangkak. Ternyata gerakan ini pun bukanlah gerakan tanpa makna karena ternyata kaki si bayi itu pasti hanya akan menginjak2 perut ibunya di atas rahim. Gerakan ini *bertujuan untuk menghentikan pendarahan si ibu.*Lama dari proses ini tergantung dari si bayi. Untuk gerakan ini, ternyata si dokter punya pengalaman. Pernah ada dukun beranak melakukan proses melahirkan, dan ternyata si ibu mengalami pendarahan hebat. Pada saat itu si dukun meletakkan anaknya di dada si ibu, dan anak tersebut menggerak-gerakkan kakinya memasage perut ibunya bahkan lebih dari satu jam, sampai pendarahan si ibu berhenti. 3. Setelah melakukan gerakan di kakinya, si bayi akan melanjutkan dengan *mencium tangannya*, ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban. Dan ternyata wilayah sekitar putiing si ibu itu juga memiliki bau yang sama, jadi dengan mencium bau tangannya, si bayi *membantu si bayi untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak*. Dia akan mulai bergerak mendekati puting ibu denga ketika sudah mendekati puting si ibu, si bayi itu akan *menjilat2 dada si ibu*. Ternyata jilatan ini berfungsi utk *membersihkan dada si ibu dari bakteri2 jahat* dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan *diubah menjadi bakteri2 yang baik* dalam tubuhnya. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi karena hanya si bayi yang tau seberapa banyak dia harus membersihkan dada si ibu. 4. Setelah itu, si bayi akan mulai *meremas-remas puting susu si ibu* yang bertujuan untuk merangsang supaya air susu si ibu segera berproduksi dan bisa keluar*. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi itu 5. Terakhir baru mulailah si bayi itu menyusu.  Mendengar cerita si Dokter ditambah dengan video yang diputarnya, aku ngerasa Amazing... Tuhan memang maha sempurna. Dia sudah menciptakan siklus kehidupan yang begitu indah, namun ternyata diputus oleh manusia selama bertahun-tahun lamanya. Ternyata, walaupun waktu aku melahirkan ada inisialisasi menyusui dini, ternyata langkahnya belum sempurna, karena waktu itu bayi ku cuma melakukan sampai tahap ke 3, yaitu menjilat2 sekitar dada aku. Si Dokter benar-benar menyarankan audience jika suatu saat akan memiliki anak, untuk meminta kepada rumah sakit yang akan membantu kelahiran supaya diperbolehkan melakukan inisiasi menyusui dini ini minimal 1 jam, karena kelima proses di atas ini bisa berlangsung sekitar 1-2 jam. Beliau juga mengatakan tidak semua RS berani melakukan ini, dan kita sebagai orang tua harus berani meminta ini dilakukan karena ternyata hal ini merupakan siklus kehidupan yang selama ini tidak kita sadari sudah kita putus. Si Dokter juga mengatakan, bahwa dengan melakukan hal ini, akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh si bayi terhadap penyakit2, kanker syaraf, leukimia, dan beberapa penyakit2 lainnya. Dikatakan juga menekan angka kematian bayi baru melahirkan sebesar 22%. Makanya dia benar2 mempromosikan hal ini kepada semua calon ortu. Beliau juga mengatakan, sebuah rumah sakit yang benar-benar mendukung ibu dan anak, maka tidak akan menyediakan ruangan khusus bayi, karena dia mengatakan bahwa dengan memisahkan si ibu dengan si bayi ternyata daya tahan tubuh si bayi akan drop sampai 25%.  Jadi seharusnya tempat bayi adalah di sisi si ibu, 24 jam penuh. Jika ada tindakan memisahkan si ibu dari bayi, maka menurutnya itu adalah tiindakan kriminal. Dan ternyata sebagai RS yang sudah melakukan hal ini, RS Carolus sudah melakukan hal ini (bukan promosi). Tidak ada ruang khusus bayi di Rumah Sakit. Karena ketika si ibu bersama dengan si bayi, daya tahan si bayi akan dalam kondisi prima, dan si ibu bisa melakukan proteksi terhadap si bayi jika memang perlu. Bahkan di RS Carolus tidak ada waktu utk show bayi, karena letak bayi adalah di sisi si ibu. Si dokter mengatakan 95% bayi menangis bukan karena kelaparan, tapi karena dia dipisahkan dari ibunya. Karena berdasarkan penelitian, seorang bayi yang baru lahir, dibekali dari rahim ibunya utk bertahan selama 2-3 hari tanpa makanan. Jadi jangan pernah minta diberikan susu formula untuk si bayi, walau air susu ibu belum keluar. Aku benar-benar terpukau denger cerita ini. Ini benar-benar pengalaman baru buat aku, dan benar-benar menambah pengalaman utk masa depan aku. N aku juga sempet ngerasa berdosa banget ama anakku, karena walau aku sering minta anakku di bawa ke ruangan, ada jam2 tertentu di mana bayiku aku letakkan di ruang bayi. Maaf ya anakku .. So buat temen-temen yang memang mau mempunyai anak, cucu ataupun keponakan, sharing ini semoga bisa menambah wawasan, dan bisa membantu kita mencari yang terbaik buat anak-anak kita.
Aneh, deh, kadang gue ngerasa perut gue nggak buncit-buncit amat seperti perempuan lain yang usia kandungannya hampir sama kayak gue, sekitar 4-5 bulan. Kata orang karena gue tinggi, moso seh, emang ngaruh?Tapiiiiiiiiiiiiiiii, hari ini perut gue lagi berasa bunciiiiiiiiiiiit banget... Hihihihi, bener-bener kayak perempuan hamil... Cup cup waw waw...
Gambar diambil dari sini.
Dear Moms, Saya mau share tentang pengalaman buruk saya kemaren malam di halte busway. Nama saya Uthe, usia 27 tahun, sedang hamil anak pertama dan usia kandungan 16 minggu (4 bulan). Kemaren malam saya pulang naik busway, pada saat busway kosong datang, seperti biasa.. calon penumpang pun over excited sehingga agak dorong-dorongan ketika masuk ke dalam busway. Biasanya saya memang selalu memperhatikan langkah kaki saya, karena khawatir dengan sela-sela antara halte dan busway. Tapi kemaren saya bener-bener lagi sial. Sementara orang-orang dibelakang saya mendorong, saya pun tidak memperhatikan langkah kaki saya, sehingga kaki kanan dan setengah badan saya kejeblos di sela-sela halte dan busway, kemudian kaki kiri saya masih tertahan di halte, dan kedua tangan saya menahan badan di lantai busway. It was the worst nightmare ever. Rasanya mau nangis banget. Tapi Karena orang-orang panik melihat saya, maka saya pun sok merasa baik-baik aja, demi menenangkan hati, walaupun rasanya sudah nggak karuan. Perut saya terbentur pijakan halted an rasanya sakit. Saya duduk di dalam busway, pegang-pegang perut dan agak menekan, tapi tidak ada rasa sakit. Sakitnya hanya pada saat saya terjatuh. Saya telepon ke RS YPK Menteng, berharap diberikan nomor HP dokter saya, Prof. dr. Med. Ali Bahziad, SpOG (ada yang pernah jadi pasiennya? please share..). Berhubung tidak diberikan (saya juga paham kok), maka saya curhat ke perawatnya. Saya katakan bahwa saya belum tau ada flek atau tidak karena saya masih di jalan. Lalu dia sarankan sebaiknya saya segera memeriksakan kandungan saya. Berhubung saya lagi menuju Kemang, akhirnya saya ke Brawijaya Woman & Children Hospital, kebetulan saya juga pasien disana, trus Prof. Ali memang praktek juga disana, tapi sayangnya tidak di hari Kamis (kemaren). Lalu saya bertemu dengan dr. Luky Satria, SpOG. Setelah saya ceritakan kronologisnya, dokter Luky pun melakukan USG pada kandungan saya. Menurut dia hasilnya bagus, didukung dengan tidak adanya flek setelah kejadian. Bayi saya baik-baiknya, plasenta pun juga baik-baik saja. Di luar plasenta tidak ada pendarahan atau pembekuan darah. Menurut dr. Luky akan bahaya kalau ada pembekuan darah di plasenta. Dan katanya kalau ada trauma seperti ini, biasanya kalo ada flek, flek-nya itu langsung ada.. belum pernah terjadi ada durasi antara kejadian dengan flek. Is that true? Thank God menurut hasil USG tidak ada apa-apa, kalau kenapa-kenapa rasanya saya tidak bisa memaafkan diri saya atas kejadian ini. Tapi yang ingin saya tanyakan ke para ibu-ibu disini, apakah ada yang pernah mengalami hal serupa seperti saya? Jatuh dan membentur perut? Atau mungkin perut terbentur apaaa gitu… Mohon berbagi pengalamannya. Walaupun saya sudah ke dokter, rasanya saya masih ingin tau pengalaman orang lain yang kurang lebih serupa dengan saya. Saya mohon yaa pencerahannya… Terima kasih banyak. Regards, Uthe
ps: oia, saya lupa tambahkan.. nyerinya itu paling berasa di tulang persis di atas vagina atau nama bekennya Mrs. Cheerful, bukan di perut. kalo dipegang sakit, kalo nggak dipegang ga berasa apa-apa.
Laki-laki atau perempuan, dia akan jadi anak yang kuat dan tough…
Karena dia tau semasa hidupnya di dalam perut, ibunya sering sedih…
Itu doa saya... Can’t hardly wait to see you, baby...
tak terasa.. setelah rok dan celana mengetit, sangkin ketatnya jadi ketit, baju pun ikut mengetit... apalagi kalau pake yang berkancing... iuhhh sesaknya... bawaannya pengen cepet-cepet pulang dan melepas kesesakan itu lalu menggeletakkan diri di atas tempat tidur.seminggu ini pakaian dalam alias bra pun rasanya sesak.. pergi ke mothercare, harganya 300ribuan, kok ga rela yah? hehehehe... kalo celana hamil sih gue masih rela... semalam di sebuah pusat perbelanjaan, sambil nunggu rony jemput, gue cari bra untuk hamil, cari yang bahannya lembut dan tak berkawat, karena ibu hamil tidak dianjurkan memakai bra dengan kawat. akhirnya dapet juga, diskon pula jadi 72ribu, beli 1 dulu, ngetest enak apa nggak. sampe rumah dicoba, males nyoba disana. wah, ternyata nyaman banget... wuihhhh.. pake bra tanpa kawat gag bikin sesek, apalagi pada masa kehamilan gini. terima kasih sorella, hihihihi.
Link: http://www.3dpregnancy.comAnggap aja USG 3D, hihihi.. lucu.. bagus.. ada penjelasannya tentang the baby, gimana perasaan dan perkembangan mommy di usia kehamilannya, dan what daddy should do with mommy during her pregnancy.. (^_^) mampir yukssss ke www.3dpregnancy.com
kehamilan bikin gue mikir dan bener-bener sadar, ternyata jadi ibu itu profesi tersulit.
pantesan aja seorang ibu bisa sangat kecewa bahkan murka kalo tau anaknya bikin salah, sekecilllll apa pun..
wong hamilinnya aja capek dan taruhan nyawa... bikin gue makin sayang nyokap dan bokap gue.. (^_^)
tapi harus nunggu 7 bulan lagi.. hiks.. I'm dying.. please help me.. 
gambar dari sini.
 Kata orang-orang, kalo lagi hamil ga cuma fisik yang berubah atau mengalami keanehan.. psikis juga ikut aneh. Kemudian gue mencoba untuk melawan sugesti, mungkin aja sebenernya gue nggak gitu-gitu amat.. Ternyata gagal! Gue si ibu hamil atau mamah muda nan botoh ini jadi orang yang super duper mega major moody. Kalo gue inget-inget, gue orang yang jarang sekali menunjukkan lagi susah atau gundah. Yang gue mau orang lihat gue itu seneng. Tapiiiiiiiiiiii sekarang, pinggang pegel aja muka gue berubah, hahahaha.. Belum lagi dengan serangan sakit kepala yang kadang terasa berlebihan. Pokoknya tiba-tiba jadi yang nggak gue banget. Dah gitu, gue jadi orang yang berlebihan butuh perhatian suami. Hahahaha... Padahal jaman pacaran udah terbiasa sendiri... Sekarang kalo gue sendiri pasti gue komplen.. Norakkkk banget gue... Waduh, katanya anak pertama mirip bapaknya, konon karena si istri lagi cinta-cintanya sama suami. Uhhhh, semoga baby Z berkulit putih dan rambutnya nggak keriting-keriting amat kayak papanya, hahahaha... Tapi kalo baiknya, dia harus kayak papa dan kedua Opung dolinya. Entah lah, tapi kadang gue merasa, my baby Z pengertian sekali... Kalo fisik gue lagi ga enak, bawaannya pasti pengen ngegeletak di kasur. Sambil pegang perut, gue bilang, "Baby Z, aku istirahat dulu yaaa.. Kamu tenang-tenang aja disitu...", ehhhh sakitnya hilang... Tapi mesti dibawa tidur, hihihihi. Tanggal 23 Februari nanti kontrol ke dokter untuk yang kedua kalinya. Gue bener-bener nggak sabar pengen cepet-cepet tanggal itu, kira-kira tepat di minggu ke-10. Katanya sih, detak jantungnya udah kedengeran. Huhuhuhuhu, merinding... Moga-moga aja baby Z tumbuh berkembang normal dan sehat. Gue rela banget deh badan gue melar jaya, asal dia sehat. Burung belibis ikan jambal... Dulu gue tipis sekarang tebal...
eneg banget...tapi kata dokter harus dinikmati...
sakit kepala kayak ditusuk-tusuk...tapi kata dokter harus dinikmati...
pinggang & tulang punggungku rasanya pegel banget...
tapi kata dokter harus dinikmati... dan bener kata cicik, bikin moody dan cranky.. huhuhuhu... padahal tiap pagi dan malam udah halo-haloan sama papanya... hihihihi...
| |