Ruth Regina's posts with tag: ormas

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag ormas

Untuk para nasionalis, orang2 religius, perwakilan pemerintah pusat, daerah, ormas wilayah, ormas agama, dan sejenisnya, sebelumnya sori-sori kalo nggak berkenan dengan tulisan gue. Tapi gue punya hak untuk menuturkan pikiran gue. Kalau ada yang perlu dikoreksi, silahkan dikoreksi. Pastinya, gue nggak punya maksud apa-apa. Ini pun tulisan pertama saya tentang politik.

 

 

Begini ceritanya….

 

 

Semalam gue abis taping untuk sebuah program talkshow di sebuah hotel di daerah Gatot Soebroto. Yang kami bahas pada saat itu adalah mengenai kontroversi Ormas-ormas yang beredar pada saat ini dan sikap anarkis mereka.

 

 

Salah satu organisasi menyatakan bahwa anarkis itu perlu dilakukan karena tidak ada tindakan hukum yang positif dari yang berwajib, yaitu polisi. Selain itu mereka juga protes kenapa yang disorot selalu yang jelek-jeleknya saja, ketika mereka memberikan bantuan kepada Aceh dan Yogya, misalnya, kok, ga disorot?

 

 

Lain hal lagi ketika perwakilan organisasi sebuah daerah yang menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah melakukan tindakan anarkis, karena apa yang akan mereka lakukan sudah dibicarakan dulu. Lalu, apa yang kita lihat waktu terjadi sengketa tanah?

 

 

Baiklah, lepas dari itu semua dan dari sekian segment perbincangan itu, gue sebagai orang awam, jadi mikir dan membuat kesimpulan serta timbul pertanyaan.

 

 

Setau gue, yang memegang keputusan tertinggi atas negara adalah Presiden. Apa yang dilakukan oleh mereka, menurut gue, sudah melangkahi hak Presiden, kata kasarnya adalah main hakim sendiri. Mohon dikoreksi dan berikan penjelasan jika gue salah?

 

 

Lalu, yang menjadi pertanyaan besar buat gue adalah, katanya negara ini adalah negara Pancasila yang berbeda-beda namun tetap satu. Dalam kenyataannya, sebuah kondisi yang mengatasnamakan moral (sayangnya) hanya berpatok pada satu agama saja. Walaupun agama itu memang mayoritas di negeri ini. Jadi, arahnya itu mau dikemanakan? Lalu, siapa sebetulnya yang ngatur moral negara ini? Dan bagaimana jika terjadi (maaf) Islamophobia?

 

 

Setau gue lagi, moral itu adalah sebuah hal yang vertikal, antara manusia dan Tuhan. Manusia memang harus saling mengingatkan ketika orang lain lengah (hubungan horizontal), tapi apakah itu menjadi hak dia sepenuhnya?



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.